You are here

PENJEJAKAN KERJASAMA INDONESIA DENGAN DENMARK UNTUK PENGEMBANGAN PETERNAKAN DAN TERNAK BABI DI INDONESIA

Menindaklanjuti surat yang dikirimkan Kedutaan Besar Denmark untuk Indonesia terkait permintaan diskusi tentang peternakan babi yang ada di Indonesia tertanggal 15 Desember 2020 nomor 00400/D.DK/XII/2020 F2 2020-23021. Pemerintah Denmark ingin mengetahui perkembangan dunia peternakan babi yang ada di Indonesia terkait perusahaan babi, peternak babi sekala kecil dan menengah, populasi babi dan jenisnya serta sebaran ternak babi.

Berdasarkan surat diatas Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak mengundang  Kedutaan Besar Denmark untuk Indonesia untuk melakukan pembahasan lanjutan terkait permintaan diskusi pengembangan ternak babi di Indonesia. Pertemuan dilakukan melalui Zoom Meeting pada hari Jum’at tanggal 22 Januari 2021 bertempat di Ruang Rapat Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak Lantai 8 dipimpin oleh Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak dan dihadiri oleh Direktorat Pakan, Direktorat Keswan, Subag Humas dan Staf Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak.

Beberapa hal terkait kondisi peternakan babi di Indonesia.

Populasi babi saat ini adalah 9.07 juta dengan produksi daging babi 241.400 ton (Statistik Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Tahun 2020). Berdasarkan data yang disajikan, total produksi daging pada tahun 2020 sebesar 4,7 juta ton yang terdiri dari daging sapi dan daging kerbau 0,5 juta ton, daging kambing dan domba 0,18 juta ton, daging babi 0,2 juta ton, ayam kampung 0,3 juta ton, ayam petelur 0,1 juta ton, ayam pedaging 3,3 juta ton. juta ton, dan lain-lain ternak 0,07 juta ton. Sedangkan produksi daging terbesar disumbang oleh ayam broiler 70,05 persen, sapi dan kerbau 11,56 persen, ayam kampung 6,27 persen, dan babi 5,16 persen.

Produksi daging babi menempati urutan keempat terbesar setelah broiler, ayam kampung dan daging sapi. Produksi daging babi lebih tinggi dari produksi ternak lainnya. Peningkatan produksi daging babi di Indonesia dan terbatasnya segmentasi pasar daging babi diharapkan dapat meningkatkan peluang ekspor daging babi. Pada tahun 2045, Indonesia ingin menjadi Lumbung Pangan Dunia, dan komoditas babi dapat dikembangkan untuk mengisi peluang lumbung pangan dunia. Ditargetkan bobot potong Babi per ekor meningkat dari 80 kg / ekor pada tahun 2015 menjadi 100 kg / ekor pada tahun 2020.

Peningkatan populasi babi di Indonesia sejak 2016-2020 sebesar 3,53% per tahun. Sedangkan peningkatan produksi daging 3,45% pertahun. Kontribusi produksi daging babi terhadap produksi daging nasional sebesar 5,16% atau 241,4 ribu ton dari 4,675,9 ribu ton produksi daging nasional tahun 2020.

© 2015 - Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak - Ditjen Peternakan dan Keswan - Kementerian Pertanian RI
Jl. Harsono RM. No. 3, Ragunan-Jakarta 12550, Indonesia
Gedung C - Lantai 8 Wing B,Telp: 021-7815781 Fax: 021-7815781
e-mail : bibit@pertanian.go.id | Disclaimer

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer