You are here

Ayam Pelung

Deskripsi Singkat: 

Ayam pelung merupakan salah satu rumpun ayam lokal Indonesia yang mempunyai sebaran asli geografis di Provinsi Jawa Barat, dan telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2918/Kpts/OT.140/6/2011 tanggal 17 Juni 2011.

Ayam pelung mempunyai ciri khas yang tidak dimiliki oleh ayam dari bangsa lainnnya dan merupakan sumber daya genetik ternak Indonesia yang perlu dijaga dan dipelihara kelestariannya sehingga dapat memberikan manfaat dalam peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia.

Ciri Spesifik Sifat Kualitatif: 
  1. Jengger/balung tunggal, bergerigi berwarna merah; ukuran pada ayam jantan lebih besar dari pada ayam betina.
  2. Pial: bulat berwarna merah; pada ayam jantan lebih besar dan bergayut dari pada ayam betina.
  3. Badan, bentuk penampang samping: oval, silinder atau bulat; ayam jantan lebih besar dan lebih tegap dari ayam betina.
  4. Warna bulu          
    1. Betina umumnya kuning tua kecokelatan (warna buah kemiri); kuning muda; hitam blorok dengan bercak putih atau kuning tua dengan bercak putih.
    2. Jantan tidak memiliki pola khas; umumnya campuran merah dan hitam kuning dan putih, dan campuran hijau mengkilat.
  5. Warna ceker (metatarsus): pada jantan dan betina umumnya hitam, hijau, abu-abu, kuning, atau putih.
  6. Suara: khas pada ayam jantan, merdu dan mengalun panjang tidak terputus-putus.
  7. Jenis irama suara.
  1. Suara akhir, terdengar nyambung setelah suara tengah, panjang, bersih dan jelas dan membesar pada ujungnya.
  2. Suara awal atau angkatan, terdengar besar, bertenaga, bertekanan, bersih dan mengalun tidak terburu-buru (anca).
  3. Suara tengah, terdengar nyambung setelah suara awal, panjang, besar, naik, bersih, halus, jelas licin.
Ciri Spesifik Sifat Kuantitatif: 

Suara

  1. Durasi  :  5,8-13,9 detik
  2. Frekuensi: 399,85-1.352,3 hz
  3. Volume  :   60-63,89 db

Bobot badan  dewasa

  1. Jantan 3,70-5,85 kg/ekor
  2. Betina 2,70-4,15 kg/ekor
  1. Produksi telur selama 147 hari pengamatan: 23 – 84 butir/ekor
  2. Bobot telur 45,03 – 57,03 gram/butir
  3. Konsumsi ransum ayam dewasa: jantan dan betina, 130 gram/ekor/hari
Ciri Spesifik Sifat Reproduksi: 
  1. Umur dewasa kelamin: jantan dan betina, 5-6 bulan.
  2. Umur bertelur pertama: 5,5-7 bulan.
Gambar Jantan: 
Lampiran Kepmentan: 
Jenis Rumpun: 

© 2015 - Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak - Ditjen Peternakan dan Keswan - Kementerian Pertanian RI
Jl. Harsono RM. No. 3, Ragunan-Jakarta 12550, Indonesia
Gedung C - Lantai 8 Wing B,Telp: 021-7815781 Fax: 021-7815781
e-mail : bibit@pertanian.go.id | Disclaimer

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer