You are here

Itik Alabio

Deskripsi Singkat: 

Itik alabio merupakan salah satu rumpun itik lokal Indonesia yang mempunyai sebaran asli geografis di Provinsi Kalimantan Selatan, dan telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2921/Kpts/OT.140/6/2011 tanggal 17 Juni 2011.

Itik alabio mempunyai ciri khas yang tidak dimiliki oleh itik dari bangsa lainnnya dan merupakan sumber daya genetik ternak Indonesia yang perlu dijaga dan dipelihara kelestariannya sehingga dapat memberikan manfaat dalam peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia.

Ciri Spesifik Sifat Kualitatif: 
  1. Postur tubuh ramping seperti botol.
  2. Warna bulu itik dewasa  
  • Jantan: cokelat totol-totol hitam atau putih pada kepala bagian atas; cokelat-abu-abu muda pada bagian punggung dengan ekor warna hitam melengkung ke atas; dada berwarna cokelat putih keabuan; sayap berwarna cokelat kerlip perak hijau kebiruan.
  • Betina: hitam-putih pada kepala bagian atas;    cokelat keabuan pada bagian punggung, dada, dan sayap dengan ekor lurus ke belakang.

Warna ceker dan paruh kuning gading tua untuk itik jantan dan betina.

Warna kerabang telur hijau kebiruan.

Ciri Spesifik Sifat Kuantitatif: 
  1. Bobot badan dewasa jantan dan betina:  1,59 – 1,72 kg
  2. Produksi telur:  67,11 – 76,48% atau 220 – 250 butir/tahun/ekor
  3. Puncak produksi telur:  92,70%
  4. Bobot telur: 59 – 65 gram/butir
  5. Konsumsi ransum itik dewasa: 155-190 gram/ekor/hari
Ciri Spesifik Sifat Reproduksi: 
  1. Umur dewasa kelamin : 5 – 5,5 bulan
  2. Lama produksi telur :  2,5 – 3 tahun
Gambar Jantan: 
Gambar Betina: 
Lampiran Kepmentan: 
Jenis Rumpun: 

© 2015 - Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak - Ditjen Peternakan dan Keswan - Kementerian Pertanian RI
Jl. Harsono RM. No. 3, Ragunan-Jakarta 12550, Indonesia
Gedung C - Lantai 8 Wing B,Telp: 021-7815781 Fax: 021-7815781
e-mail : bibit@pertanian.go.id | Disclaimer

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer