You are here

Layanan Sertifikasi Produk (LSPro) Benih Bibit Ternak

Benih dan bibit ternak merupakan salah sarana produksi strategis yang berperan dalam meningkatkan produksi dan produkstivitas ternak. Dengan demikian benih atau bibit yang diproduksi dan diedarkan perlu diusahakan agar tetap terjamin mutunya. LSPro Benih dan Bibit Ternak memiliki tugas dan fungsi memberikan melaksanakan sertifikasi produk benih dan bibit ternak bagi pemohon yang memililki sistem manajemen mutu (seperti ISO 9001:2008), acuan produksinya sesuai dengan pedoman pembibitan yang baik, dan produk (benih/bibit) ternak yang dihasilkan sesuai dengan SNI. Pelayanan jasa sertifikasi benih dan dan bibit ternak dilakukan secara mandiri, tidak diskriminatif, tidak memihak, menjaga kerahasiaan, dan menjamin obyektivitas hasil sertifikasi, dengan dukungan personel yang berkompeten dan profesional.

Alur sertifikasi

Pemohon dalam mengajukan sertifikasi benih dan bibit ternak harus memenuhi persyaratan yang diitetapkan oleh LSpro. Apabila persyaratan tersebut telah lengkap dan benar, maka akan dilanjutkan dengan pengiriman form audit kecukupan dokumen kepada pemohon untuk diisi. Setelah dikirimkan kembali oleh pelanggan maka form tersebut akan dinilai kecukupannya oleh Auditor, apabila dinyatakan cukup maka pemohon akan dikirimkan Surat Perjanjian Kegiatan Sertifikasi yang berisi rincian hak dan kewajiban antara LSPro dengan Pemohon dalam tahapan sertifikasi.

Setelah kedua belah pihak menandatangani surat perjanjian maka masuk ke tahap audit kesesuaian. Audit kesesuaian dilaksanakan untuk menilai kesesuaian antara dokumen dengan penerapan dilapangan. Hasil audit kesesuaian akan dibahas dalam rapat komisi teknis. Apabila dalam rapat komisi teknis tersebut, pemohon dinyatakan berhak mendapatkan sertifikat, maka LSPro akan membuat kontrak lisensi dan menerbitkan sertifikat dimaksud dan akan disampaikan ke pada pemohon.

 

Perjanjian Kerjasama

LSPro dalam melayani jasa sertifikasi benih ternak, memerlukan laboratorium penguji. Dalam aturan pembentukan lembaga sertifikasi produk yang mengacu pada SNI ISO/IEC 17065:2012, diperbolehkan bagi LSpro untuk men-subkontrak-kan laboratorium uji mutu benih ternak.

Dalam rangka pengujian tersebut, maka LSPro memiliki perjanjjian kerja sama pengujian mutu benih ternak dengan Laboratorium milik Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang dan Balai Inseminasi Buatan Daerah (BIBD) Ungaran, Jawa Tengah.

Produk Sertifikat

Sampai dengan September 2014, bibit ternak yang memperoleh sertifikat sebanyak 236 buah, yang terdiri dari BBPTU-HPT Baturraden 97 sertifikat untuk sapi perah, BPTU-HPT Denpasar  117 ekor untuk sapi bali, BPTU-HPT Sembawa 22 ekor untuk sapi sembawa. Sedangkan untuk benih ternak yang memperoleh sertifikat sebanyak 171 Bull setara 3.420.000 dosis, yang terdiri dari 36 Bull dari BIB Lembang setara 720.000 dosisi, 135 Bull dari BBIB Singosari  setara 2.700.000 dosis semen beku, dan 650 embrio ternak dari BET Cipelang. 

 

Harapan kedepan

Pembibit swasta dan kelompok diharapkan dapat mengajukan seritifikasi produk benih dan bibitnya kepada LSPro Benih dan Bibit Ternak. Untuk itu pembinaan kepada swasta dan kelompok tersebut perlu dilakukan oleh Direktorat Perbibitan maupun Dinas Peternakan, agar dapat membuat dan menerapkan sistem manajemen mutu dalam proses produksi produknya  sebagaimana yang dipersyaratkan oleh LSPro benih dan Bibit Ternak.                      

 

© 2015 - Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak - Ditjen Peternakan dan Keswan - Kementerian Pertanian RI
Jl. Harsono RM. No. 3, Ragunan-Jakarta 12550, Indonesia
Gedung C - Lantai 8 Wing B,Telp: 021-7815781 Fax: 021-7815781
e-mail : bibit@pertanian.go.id | Disclaimer

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer