You are here

Penguatan Pembibitan Sapi Asli/Lokal di Pulau Terpilih

Peningkatan produktivitas sapi akan bersifat permanen apabila diawali dengan keunggulan genetik (kualifikasi bibit) dan pemberian lingkungan yang sesuai sifat yang diinginkan dan pemberian lingkungan yang sesuai. Sehingga diperlukan program pembibitan tanpa menguras SDG sapi asli/lokal yang sudah dilestarikan. Untuk tujuan tersebut pembibitan yang dilaksanakan adalah pembibitan dalam satu rumpun atau dikenal dengan pembibitan ternak murni.

Indonesia sebagai negara kepulauan berpotensi untuk melaksanakan pemurnian dan pembibitan rumpun asli/lokal. Pembibitan ternak murni akan lebih efektif apabila dilaksanakan di salah satu pulau di daerah sebaran asli/geofrafis rumpun sapi tersebut. Sedangkan pemililhan sebaran asli geografis menurit rumpun sapi adalah memanfaatkan fanatisme masyarakat setempat untuk keberlanjutan program.

Pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Peternakna dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian telah memfasilitasi pada tahun 2013 melalui kegiatan Pembibitan Sapi Asli/Lokal di Tiga Pulau yaitu : Pulo Raya di Provinsi Aceh untuk sapi Aceh ; Pulau Sapudi di Jawa Timur untuk  sapi Madura dan Pulau Nusa Penida di Provinsi Bali untuk sapi Bali. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya genetik asli/lokal Indonesia sekaligus mestimulir partipasi masyarakat khususnya kelompok –kelompok peternak sapi potong. 

Kegiatan Penguatan Pembibitan Sapi Potong di 3 (tiga) Pulau ini bertujuan (a)  memfasilitasi sarana perbibitan; (b) meningkatkan pengetahuan/ketrampilan(kompetensi) SDM pembibit; (c) membentuk dan menguatkan kelompok peternak sebagai kelompok pembibit; (d) menumbuhkan dan menstimulasi peternak secara individu maupun kelompok peternak dalam menerapkan pemurnian dan prinsip-prinsip pembibitan; serta (e) menjadikan Pulo Raya, Pulau Sapudi dan Pulau Nusa Penida sebagai sumber bibit.

Pelaksanaan penguatan pembibitan di 3 (tiga) pulau mempunyai komoditi dan karakteristik wilayah yang berbeda-beda, oleh karena itu agar kegiatan pembibitan di pulau dapat berkembang dengan baik, maka masing-masing daerah agar menyusun grand design sesuai dengan komoditi  yang akan dikembangkan dan karakteristik masing-masing wilayah. Program pembibitan tentunya tidak dapat dilaksanakan dalam waktu sebentar sehingga ini direncanakan akan dilaksanakan secara berkelanjutan (multiyears).

© 2015 - Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak - Ditjen Peternakan dan Keswan - Kementerian Pertanian RI
Jl. Harsono RM. No. 3, Ragunan-Jakarta 12550, Indonesia
Gedung C - Lantai 8 Wing B,Telp: 021-7815781 Fax: 021-7815781
e-mail : bibit@pertanian.go.id | Disclaimer

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer