You are here

Terobosan Penyediaan Bibit Sapi Melalui Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS)

Persoalan mendasar yang dihadapi oleh peternak dalam mengembangkan usaha pembibitan sapi adalah keterbatasan akses permodalan, terbatasnya kepemilikan agunan dan kehati-hatian perbankan dalam penyaluran skim kredit ke sub sektor peternakan. Usaha pembibitan dianggap kurang menguntungkan, memerlukan modal besar, perputarannya lama dan beresiko. Terkait dengan hal tersebut, pemerintah berupaya mendorong pengembangan usaha pembibitan ternak sapi dengan menciptakan tatanan iklim usaha dengan mendorong pelaku usaha untuk bergerak di bidang pembibitan dengan menyediakan bantuan pembiayaan untuk usaha pembibitan melalui penyediaan skim kredit dengan suku bunga bersubsidi yaitu Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS).

KUPS adalah kredit investasi dan/atau modal kerja yang diberikan oleh Bank Pelaksana kepada peternak secara langsung melalui kelompok/gabungan kelompok peternak, koperasi atau perusahaan peternakan untuk mendanai pengembangan usaha pembibitan sapi potong maupun sapi perah. Pola penyalurannya executing, sumber dana 100% dari perbankan dan resiko ditanggung oleh perbankan. Suku bunga yang dibebankan kepada pelaku usaha hanya sebesar 5% per tahun dalam jangka waktu kredit paling lama 6 tahun, dengan masa tenggang (grace periode) paling lama 24 bulan. Diharapkan melalui KUPS, dapat memberikan manfaat diantaranya tersedianya bibit sapi secara berkelanjutan, berkembangnya usaha pembibitan sapi pola kemitraan, terciptanya peluang usaha dan kesempatan kerja bagi masyarakat dan tercapainya swasembada daging.

Regulasi yang mengatur pelaksanaan KUPS, yaitu Permenkeu (PMK) No. 131/PMK.05/2009 tentang Kredit Usaha Pembibitan Sapi, PMK No 241/2011 tentang perubahan atas PMK No. 131/PMK.05/2009 tentang Kredit Usaha Pembibitan Sapi dan Permentan Nomor 12/2012 pada tanggal 5 Maret 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan KUPS. 12 bank telah berkomitmen melalui Perjanjian Kerjasama Pendanaan (PKP) dengan Kementerian Keuangan untuk menyalurkan KUPS diantaranya BRI, BNI, Bank Mandiri, Bank Bukopin, BPD Jateng, BPD DIY, BPD Jatim, BPD Sumut, Bank Nagari Sumatera Barat, BPD Bali, BPD NTB dan BPD Jambi dengan Total PKP sebesar 4,004 triliun rupiah.

Berdasarkan laporan  perbankan realisasi kumulatif KUPS yang tercatat sampai dengan bulan Agustus  2014  telah dimanfaatkan oleh 448 pelaku usaha yang terdiri dari 12 perusahaan dan 17 Koperasi, serta 419 kelompok dengan jumlah realisasi kredit sebesar 616,92 miliar rupiah (15,41% dari total komitmen perbankan sebesar  4,004 triliun rupiah) untuk penumbuhan ternak sebanyak 48.931 ekor (sapi perah sebanyak 5.793 ekor dan sapi potong sebanyak 43.138 ekor). Selanjutnya, untuk meningkatkan penyaluran, perbankan berkomitmen untuk menyalurkan kredit melalui KUPS dengan mengajukan Rencana Tahunan Penyaluran (RTP).  Tahun 2014 total RTP perbankan sebesar 242,464 miliar rupiah dengan serapan sampai dengan Agustus 2014 sebesar 36,991 miliar rupiah (15,26% dari RTP) untuk realisasi ternak sebanyak 3.446 ekor.

Agar KUPS dapat dirasakan manfaatnya, sudah seharusnya program ini dilaksanakan secara komprehensif dan sistematis serta berkelanjutan dengan melibatkan sinergisitas semua pihak mencakup pemerintah pusat dan daerah, swasta, serta masyarakat termasuk dukungan yang kuat dari perbankan. Semoga KUPS dapat ditingkatkan terus pencapaiannya sehingga dapat memberikan kontribusi yang nyata terhadap pencapaian PSDSK 2014. (Gito Haryanto, S.Pt)

© 2015 - Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak - Ditjen Peternakan dan Keswan - Kementerian Pertanian RI
Jl. Harsono RM. No. 3, Ragunan-Jakarta 12550, Indonesia
Gedung C - Lantai 8 Wing B,Telp: 021-7815781 Fax: 021-7815781
e-mail : bibit@pertanian.go.id | Disclaimer

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer