You are here

Daftar Kegiatan Utama

Koordinasi Pengembangan Ruminansia Potong Tahun 2020

Kegiatan Koordinasi Pengembangan Ruminansia Potong Tahun 2020 dibuka secara resmi oleh Bapak Dirjen PKH. Hadir peserta dari perwakilan masing-masing UPT lingkup Ditjen PKH. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2020 dilaksanakan dalam rangka mengevaluasi perkembangan pelaksanaan kegiatan. Pertemuan dilanjutkan dalam rangka persiapan penyusunan KAK dan HPS. 

Penguatan Pembibitan Kerbau di Kabupaten Terpilih

Dalam rangka pengembangan pembibitan kerbau maka pada tahun 2014 telah dialokasikan kegiatan Penguatan Pembibitan Kerbau di 7 (tujuh) Kabupaten Terpilih (Ogan Komering Ilir, Lebak, Brebes, Sumbawa, Hulu Sungai Utara, Toraja Utara dan Kutai Kartanegara). Dipilih pada 7 (tujuh) kabupaten ini antara lain berdasarkan perjanjian Samawa serta mempunyai populasi kerbau yang cukup banyak.

Layanan Sertifikasi Produk (LSPro) Benih Bibit Ternak

Benih dan bibit ternak merupakan salah sarana produksi strategis yang berperan dalam meningkatkan produksi dan produkstivitas ternak. Dengan demikian benih atau bibit yang diproduksi dan diedarkan perlu diusahakan agar tetap terjamin mutunya. LSPro Benih dan Bibit Ternak memiliki tugas dan fungsi memberikan melaksanakan sertifikasi produk benih dan bibit ternak bagi pemohon yang memililki sistem manajemen mutu (seperti ISO 9001:2008), acuan produksinya sesuai dengan pedoman pembibitan yang baik, dan produk (benih/bibit) ternak yang dihasilkan sesuai dengan SNI.

Penguatan Pembibitan Sapi Potong di Kabupaten Terpilih

Bibit merupakan salah satu faktor utama dan strategis yang harus dipenuhi, untuk itu perlu dilakukan pembibitan sapi potong dalam satu kawasan sentra produksi yang selama ini dikelola oleh masyarakat.  Salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan jumlah dan mutu bibit sapi potong melalui kegiatan pembibitan berdasarkan pertimbangan pembibitan dengan aspek kebijakan,  ketersediaan sumber daya, sosial ekonomi dan teknis.

Uji Zuriat Sapi Perah Nasional

Berdasarkan buku Statistik Peternakan Tahun 2017 yang disusun oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menunjukkan populasi sapi perah di Indonesia sebanyak 544.791 ekor. Produksi susu baru mencapai 920.093 ton atau 30% dari kebutuhan nasional sebanyak 3.068.000 ton, sehingga sebanyak 2.147.907 ton (70%) kekurangannya diimpor dari luar negeri.

Pewilayahan Sumber Bibit

Bibit ternak merupakan salah satu sarana produksi strategis untuk meningkatkan produktivitas ternak. Ketersediaan bibit ternak yang berkualitas dan berkelanjutan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan bibit ternak nasional. Untuk itu, agar pembibitan ternak lebih terfokus diperlukan penetapan wilayah sumber bibit yang memenuhi kriteria jenis dan rumpun ternak, agroklimat, kepadatan penduduk, sosial ekonomi, budaya, serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain kriteria di atas, hal yang tidak kalah diperhatikan adalah masalah kesehatan hewan.

Penguatan Pembibitan Sapi Asli/Lokal di Pulau Terpilih

Peningkatan produktivitas sapi akan bersifat permanen apabila diawali dengan keunggulan genetik (kualifikasi bibit) dan pemberian lingkungan yang sesuai sifat yang diinginkan dan pemberian lingkungan yang sesuai. Sehingga diperlukan program pembibitan tanpa menguras SDG sapi asli/lokal yang sudah dilestarikan. Untuk tujuan tersebut pembibitan yang dilaksanakan adalah pembibitan dalam satu rumpun atau dikenal dengan pembibitan ternak murni.

© 2015 - Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak - Ditjen Peternakan dan Keswan - Kementerian Pertanian RI
Jl. Harsono RM. No. 3, Ragunan-Jakarta 12550, Indonesia
Gedung C - Lantai 8 Wing B,Telp: 021-7815781 Fax: 021-7815781
e-mail : bibit@pertanian.go.id | Disclaimer

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer