You are here

Sejarah Singkat Direktorat Perbibitan Ternak

Cikal bakal Direktorat Perbibitan Ternak didasarkan pemikiran bahwa pemerintah memasuki Pembangunan Jangka Panjang Tahap II (PJP II) sesuai amanah Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) kala itu, menaruh perhatian pada pembinaan dan pengembangan perbenihan/perbibitan di bidang pertanian.

Pada tanggal 14 September 1993 Presiden RI mengeluarkan Keputusan Presiden No 83 tahun 1993 tentang Perubahan Atas Keputusan Presiden Nomor 15 Tahun 1984 Tentang Susunan Organisasi Departemen Sebagaimana Telah Sembilan Belas Kali Diubah, Terakhir Dengan Keputusan Presiden Nomor 58 Tahun 1993.

Kantor Direktorat Bina Perbibitan di Jl. Salemba Raya 16 Jakarta

Berdasar pasal 80 ketetapan tersebut, Direktorat Jenderal Peternakan terdiri dari Sekretariat Direktorat Jenderal, Direktorat Bina Program, Direktorat Bina Perbibitan, Direktorat Bina Produksi, Direktorat Bina Usaha Tani dan Pengolahan Hasil, Direktorat Bina Kesehatan Hewan, dan Direktorat Bina Penyebaran dan Pengembangan Peternakan. Namun demikian, pendirian kantor dan pengangkatan Direktur Bina Perbibitan baru dapat dilakukan pada sekitar bulan Juli 1994 dan menempati gedung utama lantai 3 kantor Departemen Pertanian di Jl Salemba Raya 16 Jakarta Pusat.

Lebih jauh pemikiran pembentukan institusi ini adalah kebutuhan dalam menghadapi persaingan dunia dimasa mendatang. Hal ini terungkap dari pernyataan Direktur Jenderal Peternakan saat menunjuk Direktur Bina Perbibitan bahwa tugas perintisan cukup berat karena harus menyiapkan “landasan bagi pengembangan perbibitan ternak nasional yang akan menjadi faktor strategis memasuki abad 21, era globalisasi, era bioteknologi.”

 

Kegiatan upacara dan senam di lapangan belakang Kantor Direktorat Jenderal Peternakan di Jl. Salemba Raya 16 Jakarta

Menindak-lanjuti amanah direktur jenderal tersebut, maka landasan atau pondasi yang diletakan dan dipacu setelah Direktorat Bina Perbibitan terbentuk diantaranya adalah membuat Konsep Sistem Perbibitan Ternak Nasional; Pembentukan Bibit Unggul Bersertifikat; Pembentukan BET Cipelang pada 9 Juni 1994 melalui Kepmentan No 464/Kpts/OT.210/6/94; Pencabutan larangan impor bibit ayam PS dan penetapan syarat teknis impor bibit ayam ras; mengeluarkan Kriteria dan Tata cara Penghapusan Semen Beku; Pembentukan Komisi Bibit Ternak Nasional; menetapkan Penjualan Semen Beku Produksi BIB Lembang dan BIB Singosari; membuat Standar dan Pengawasan Mutu (seperti Standar Bibit Ayam Ras Niaga Broiler dan Layer, Standar Semen Beku Sapi dan Kerbau, Standar Kuda Pacu Indonesia, Pengawasan Mutu Ayam Ras Niaga dan Semen Beku); Pemberdayaan UPT/balai pembibitan (kala itu masih bernama BPT HMT) dan pembentukan spesialisasi fungsi UPT. Peningkatan kapasitas UPT ini ditujukan pada prioritas jenis ternak secara spesifik yang berperan sebagai pusat pengembangan bibit unggul, pusat recording, stasiun uji zuriat atau uji performans.

 

Kantor Direktorat Bina Perbibitan pada sekitar 27 Juli 1996 mendadak dipindah ke Kantor Pusat Departemen Pertanian di Jl RM Harsono No 3 Ragunan Pasarminggu Jakarta Selatan. Kepindahan ini didorong peristiwa politik saat itu yang dikenal dengan peristiwa “Kudatuli” atau “Sabtu Kelabu”, sehingga Direktorat Bina Perbibitan pindah nyaris tidak membawa inventaris kantor dan arsip maupun berkas kerja satupun. Bahkan satu gelas dan asbak yang tertinggal di atas meja pun meleleh sebagai akibat bencana itu.  

Gd C Kantor Pusat Kementerian Pertanian di Jl. RM Harsono No 3 Ragunan Pasar Minggu Jakarta

 

Kali pertama perpindahan dari Salemba,  kantor menempati gedung B lantai I menempati satu sayap yang berseberangan dengan Klinik Deptan. Tempat tersebut sebelumnya adalah ruang fitness karyawan yang dirombak menjadi ruang kerja dan diisi dengan inventaris kantor pinjaman dari Sekjen Deptan. Sementara menunggu kantor gedung C selesai dibangun, Direktorat Bina Perbibitan hampir satu tahun berkantor diruang fitness tersebut. Pada sekitar pertengahan tahun 1997 Direktorat Bina Perbibitan menempati gedung C lantai 8 sayap B hingga sekarang.

Pimpinan Direktorat Bina Perbibitan secara berurutan adalah Ir. Djarsanto (Juli 1994 s.d Agustus 1998), Ir. Djaudin Sait Simanjuntak (Agustus 1998 s.d Pebruari 2001),  Ir. Don Purjono Utoyo, MBA (April 2001 s.d Januari 2004), Ir. Samaryanto, MM (Juni 2004 s.d September 2005), Prof (riset) Dr. Ir. Kusuma Diwyanto, MS (September 2005 s.d Juli 2006), Prof (riset) Dr. drh. Sjamsul Bahri, MS (Juli 2006 s.d Desember 2007), Dr. Ir. Gunawan, MS (Desember 2007 s.d November 2010), Ir. Abu Bakar, SE, MM (November 2010 s.d sekarang).

 

Banyak capaian baik berupa produk kebijakan, capaian fisik pembangunan perbibitan ternak di masyarakat, peningkatan kapasitas sumberdaya manusia perbibitan ternak, pengembangan dan penerapan sistem dan metode di bidang perbibitan ternak yang terus tumbuh sesuai prinsip manajemen yang dianut yakni continual improvement (perbaikan yang terus menerus). Kiranya ke depan masih banyak peluang dan tantangan yang akan dihadapi insan perbibitan ternak. Untuk itu partisipasi dan kemauan kerja keras serta itikad baik kebersamaan dapat mewujudkan cita-cita segenap insan Perbibitan Ternak sebagaimana pernyataan visi-misi Direktorat Perbibitan Ternak.(bpx)

Jakarta, 26 Agustus 2014.

Direktorat Perbibitan Ternak

© 2015 - Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak - Ditjen Peternakan dan Keswan - Kementerian Pertanian RI
Jl. Harsono RM. No. 3, Ragunan-Jakarta 12550, Indonesia
Gedung C - Lantai 8 Wing B,Telp: 021-7815781 Fax: 021-7815781
e-mail : bibit@pertanian.go.id | Disclaimer

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer